Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana
https://wahana-fisib.unpak.ac.id/index.php/wahana
<p align="justify">Media Bahasa, Sastra dan Budaya yang diterbitkan oleh Fakultas Sosial ilmu dan Budaya Universitas Pakuan dengan E-ISSN <a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/1521011032" target="_blank" rel="noopener">2622-4356</a>. </p> <p>Jurnal ini memuat makalah, pemikiran kritis, gagasan ilmiah, dan hasil penelitian pada bidang bahasa, sastra, budaya, komunikasi dan seni dalam bentuk artikel ilmiah dari para peneliti, akademisi, seniman, budayawan, dan mahasiswa dengan berbagai metode, baik kualitatif, kuantitatif, metode campuran, berbagai pendekatan dan teori bahasa, sastra,budaya, komunikasi dan seni.</p> <p>Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun berbentuk digital. Jurnal ini menjalin kerja sama dengan editor berstatus guru besar dari beberapa universitas yang akan meninjau artikel sebelum dipublikasikan. Setiap artikel yang dikirmkan akan ditinjau dan ditelaah (<em>review</em>) dengan metode <em>double blind</em> oleh dua orang penelaah. (<em>reviewer</em>).</p> <p>Media Bahasa Sastra dan Budaya Wahana telah terdaftar di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).</p>en-US[email protected] (Ratih Siti Aminah)[email protected] (Hafzotillah)Sun, 28 Jun 2026 00:00:00 +0000OJS 3.3.0.6http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss60PERAN MASYARAKAT JEPANG DALAM TRADISI FUKUBUKURO
https://wahana-fisib.unpak.ac.id/index.php/wahana/article/view/42
<p><strong>ABSTRACT</strong>: <em>Fukubukuro</em> is a tradition of buying bags in shopping malls, usually during the New Year, where buyers cannot see what is inside the bags. This study analyzes the role of Japanese society in the <em>fukubukuro</em> tradition. This research aims to find out the role of Japanese society in the <em>fukubukuro</em> tradition. In this research, the author uses descriptive analysis method through qualitative approach by collecting data sourced from e-books, journals, scientific articles and the internet related to the topic. The results of the study show that the role of Japanese people in the tradition of <em>fukubukuro</em> is the behavior of Japanese people in the tradition of <em>fukubukuro</em>, Japanese people's satisfaction in buying <em>fukubukuro</em>, <em>konkatsu</em> in the tradition of <em>fukubukuro</em>, business people in the tradition of <em>fukubukuro</em> is considered as a strategy to obtain various benefits from the retail industry, namely cleaning stock inventory, and social media in the <em>fukubukuro</em> tradition by utilizing bag promotions to the Japanese public using social media platforms such as <em>Instagram</em>, <em>Facebook</em>, <em>Twitter</em>, <em>shel'tter webstore</em>, <em>yahoo shopping</em>, or <em>rakuten</em>.</p> <p> </p> <p><strong>Keywords: </strong>Role, Japanese Society, Tradition, <em>Fukubukuro</em></p>Gendis Ardina Azzahra, Indun, Rima Novita Sari
Copyright (c) 2026 Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
https://wahana-fisib.unpak.ac.id/index.php/wahana/article/view/42Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0000CODE-MIXING DALAM RUANG AKADEMIK: PENGARUH BAHASA CAMPURAN ISLAMI TERHADAP POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL MAHASISWA
https://wahana-fisib.unpak.ac.id/index.php/wahana/article/view/57
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan bahasa campuran Islami (<em>code-mixing</em>) terhadap pola komunikasi interpersonal mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa campuran Islami telah menjadi kebiasaan komunikasi yang kontekstual dan adaptif di lingkungan akademik. Namun, pengaruhnya terhadap komunikasi interpersonal meliputi keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan cenderung berada pada tingkat sedang dan tidak merata. Analisis regresi menunjukkan hubungan positif yang sangat lemah dan tidak signifikan (R² = 0,019; p > 0,05), sehingga bahasa campuran Islami bukan merupakan faktor utama yang memengaruhi komunikasi interpersonal. Secara keseluruhan, bahasa campuran Islami lebih berfungsi sebagai identitas sosial dan strategi komunikasi, sementara efektivitas komunikasi interpersonal lebih dipengaruhi oleh kualitas hubungan, kepercayaan, dan konteks interaksi.</p>Yolanda Zamzami Putri, Septiani Puspita, Ferry Darmawan
Copyright (c) 2026 Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
https://wahana-fisib.unpak.ac.id/index.php/wahana/article/view/57Thu, 02 Jul 2026 00:00:00 +0000STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DIGITAL DALAM MEMBANGUN AWARENESS WISATA EDUKASI KONSERVASI LINGKUNGAN DI INSTAGRAM
https://wahana-fisib.unpak.ac.id/index.php/wahana/article/view/54
<p>Masih banyak destinasi wisata edukasi yang belum mampu mengoptimalkan komunikasi pemasaran digital meskipun penggunaan media digital dan media sosial saat ini semakin berkembang. Keterbatasan sumber daya manusia, pengelolaan konten yang belum konsisten, serta belum optimalnya pemanfaatan media digital menjadi kendala dalam membangun <em>awareness</em> audiens. Kondisi tersebut juga terjadi pada Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW) yang menggunakan Instagram sebagai media utama promosi dan penyampaian informasi wisata edukasi berbasis lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi pemasaran digital HPGW melalui Instagram serta merumuskan strategi pengembangan komunikasi pemasaran digital yang sesuai dengan kondisi organisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan <em>coding</em>, diperkuat analisis IFAS dan EFAS, serta dipetakan ke dalam <em>Grand Strategy Matrix</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemasaran digital HPGW berfokus pada Instagram melalui konten dokumentasi kegiatan, <em>reels</em>, <em>stories</em>, publikasi edukasi lingkungan, serta informasi wisata pendidikan. Namun, pengelolaan konten masih belum optimal karena tidak adanya perencanaan konten yang konsisten, ketergantungan pada satu pengelola media sosial, serta belum optimalnya pemanfaatan platform digital lain. Analisis strategi menempatkan HPGW pada Kuadran I sehingga strategi yang direkomendasikan meliputi penguatan <em>content marketing</em> berbasis <em>storytelling</em>, optimalisasi konten visual edukatif, peningkatan konsistensi publikasi konten, serta pelibatan pengunjung dalam pembuatan konten digital.</p>Mariana Rista Ananda Siregar, Rindi Yani, Sabila Adinda Puri Andarini, Yogaprasta Adi Nugraha
Copyright (c) 2026 Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
https://wahana-fisib.unpak.ac.id/index.php/wahana/article/view/54Sun, 28 Jun 2026 00:00:00 +0000ANALISIS PEMANFAATAN AKUN INSTAGRAM PADA BRAND FASHION LOKAL D’GAWAN
https://wahana-fisib.unpak.ac.id/index.php/wahana/article/view/49
<p><strong><em>Abstract </em></strong></p> <p><em>This study aims to analyze the use of the Instagram account @dgawan.co by the local fashion brand D’Gawan. The background of this study relates to the issue of preserving batik in Indonesia in the digital age, where the government hopes and encourages batik businesses to utilize digital platforms such as social media to continue promoting and marketing batik. Based on this, the D’Gawan brand utilizes the Instagram account @dgawan.co as a medium for the promotion and sales of its products. The method used in this study is a qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, observation, and documentation. The results of this study indicate that the @dgawan.co account consistently posts on Instagram, averaging 7 posts per week. It engages with followers through the question box in Instagram Stories and the comments section. It uses specific hashtags in every post, such as the brand name, motto, product name, and event names like “Payday Sale,” to facilitate product information searches. It simplifies product access through content containing product information, including marketplace links in the account bio and Instagram Story posts. On certain occasions, it holds giveaways, though these are still infrequent as the brand considers them not yet a priority. </em></p> <p><strong><em> </em></strong></p> <p><strong><em>Keywords : </em></strong><strong><em>D’Gawan, Instagram, Fashion</em></strong></p> <p><strong> </strong></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media sosial Instagram @dgawan.co pada <em>brand fashion</em> lokal D’Gawan. Latar belakang penelitian ini merujuk pada masalah pelestarian batik di Indonesia di era digital, yang dimana pemerintah berharap dan mendorong bahwa pelaku usaha batik dapat memanfaatkan platform digital seperti media sosial untuk terus mengenalkan dan memasarkan batik. Berdasarkan hal tersebut <em>brand</em> D’Gawan memanfaatkan akun Instagram @dgawan.co sebagai media keberlangsungan promosi dan penjualan produknya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengambilan data melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akun @dgawan.co memanfaatkan akun Instagram dengan konsisten membuat posting sebanyak 7 kali posting per minggu. Menjalin interaksi melalui <em>question box </em>di <em>instastory</em>, kolom komentar. Menggunakan <em>hashtag</em> di setiap postingan yang bersifat spesifik seperti nama <em>brand</em>, moto, nama produk, nama momen seperti <em>payday sale</em> untuk mempermudah pencarian informasi produk. Mempermudah dalam mengakses pencarian produk melalui konten yang berisi informasi produk, mencantumkan <em>link</em> <em>marketplace</em> di <em>bio</em> akun dan unggahan <em>instastory</em>. Dalam momen tertentu mengadakan <em>giveaway, </em>namun masih jarang dilakukan karena <em>brand</em> menilai belum menjadi prioritas.</p> <p> </p> <p><strong>Kata kunci:</strong> D’Gawan <em>,</em> Instagram<em>, </em><em>fashion </em></p> <p> </p> <p> </p> <p> </p>Putera Agista, Ismail Taufik Rusfien
Copyright (c) 2026 Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
https://wahana-fisib.unpak.ac.id/index.php/wahana/article/view/49Sun, 28 Jun 2026 00:00:00 +0000 IMPLEMENTASI PENGAWASAN KPI PUSAT TERHADAP PELANGGARAN P3SPS PADA SINETRON MDTV
https://wahana-fisib.unpak.ac.id/index.php/wahana/article/view/59
<p>Abstract : This study aims to analyze the implementation of broadcasting supervision by the Indonesian Broadcasting Commission (KPI) Central regarding violations of the Broadcasting Code of Conduct and Program Standards (P3SPS) on MDTV’s soap operas. Utilizing a descriptive qualitative approach with an empirical case study design, this research focuses on broadcast content aired from September to November 2025. Primary data were gathered through purposive sampling via in-depth interviews with three key internal KPI experts (Monitoring, Public Complaints, and Sanctions Enforcement Specialists). Secondary data were compiled through documentation studies, including KPI Central Written Warning Letters, public complaint reports, and video archives of Marimar and Ipar Adalah Maut The Series. Network Gatekeeping Theory was applied as the analytical framework. The results reveal five key findings. First, institutional supervision heavily relies on real-time internal monitoring infrastructure (98%–99%), while public complaints serve only a complementary role (1%–2%). Second, violations on MDTV are dominated by repetitive non-compliance, specifically sexual-romantic content exploitation and prime-time rating deviations. Third, implementation efficiency faces structural contradictions between equal treatment principles and human error, driven by market-oriented economic pressures. Fourth, sanctions are formulated through collective yurisdiction of the Nine Commissioners Plenary Meeting, utilizing interpretive discretion within the 30-day accumulation limit under PKPI No. 1/2023. Lastly, written warnings fail to trigger short-term deterrence, as field observations show MDTV's compliance remains partial and temporary. Conversely, temporary suspensions and advertising boycotts by the Indonesian Advertising Council (DPI) offer more effective financial pressure. Nevertheless, accumulated sanctions hold crucial long-term juridical significance for MDTV's 10-year broadcasting license renewal evaluation.</p> <p> </p> <p>Keywords: Central KPI; MDTV; P3SPS; Network Gatekeeping Theory; Soap Opera; Media Supervision. </p>Inda Tianasa Febriani, Dewi Anggrayni, Yama Pradhana Sumbodo
Copyright (c) 2026 Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
https://wahana-fisib.unpak.ac.id/index.php/wahana/article/view/59Sun, 28 Jun 2026 00:00:00 +0000STRATEGI HUBUNGAN MASYARAKAT DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA BOGOR DALAM MENINGKATKAN CITRA POSITIF KEPADA MASYARAKAT
https://wahana-fisib.unpak.ac.id/index.php/wahana/article/view/35
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Humas yang telah dilakukan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor dalam rangka meningkatkan citra positifnya di mata masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksploratif, yang di dalamnya menggunakan konsep Strategi Humas menurut Cutlip dan Center. Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor. Teknik pengambilan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan triangulasi dari berbagai sumber sebagai bagian dari pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dispora Kota Bogor telah menerapkan strategi humas secara cukup optimal, khususnya dalam membangun kolaborasi lintas sektor dan menyampaikan pesan edukatif yang relevan bagi pemuda. Strategi operasional dilakukan melalui pendekatan sosial yang menyentuh nilai-nilai komunitas; pesan disusun dengan memperhatikan karakteristik khalayak, dan institusi aktif membuka ruang dialog melalui forum dan kemitraan. Hambatan komunikasi yang paling dominan ditemukan adalah masalah semantik dan distorsi persepsi, seperti ketidakjelasan istilah dalam program yang dapat menimbulkan salah tafsir. Sementara itu, efek status, perbedaan budaya, dan gangguan fisik tidak muncul sebagai hambatan signifikan namun tetap perlu diantisipasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi humas yang dijalankan Dispora Kota Bogor tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi, tetapi juga sebagai instrumen penguatan citra positif dan partisipasi publik. Keberhasilan membangun citra yang kuat sangat ditentukan oleh kemampuan humas dalam merespons kebutuhan masyarakat, menyusun pesan yang komunikatif, dan membangun kolaborasi yang strategis.</p>Sifa Nazma, Prameswari Handayani, Muhammad Reza
Copyright (c) 2026 Media Bahasa, Sastra, dan Budaya Wahana
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
https://wahana-fisib.unpak.ac.id/index.php/wahana/article/view/35Sun, 28 Jun 2026 00:00:00 +0000